Kisah Jebolan UNS Dirikan Kebab Baba Rafi, dari Gerobak ke IPO

Usaha Eko Pujianto, alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk merintis Kebab Turki Baba Rafi tak mudah.

Bermula dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) gerobakan, bisnis tersebut kini menjadi salah satu jaringan waralaba kebab terbesar di dunia.

Eko Pujianto yang merupkan founder Kebab Turki Baba Rafi ini mengatakan mulanya dia tak menekuni dunia bisnis.

Dia merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai supir.

”Saat merantau ke Jakarta saya bekerja sebagai supir.

Ketika itu saya mengikuti salah satu orang yang punya bisnis bagus.

Hal ini kemudian membuat saya belajar juga tentang financial,” ujarnya dilansir dari laman resmi UNS pada Jumat, 2 September 2022.

Eko bercerita ketika memulai bisnis di Food and Beverages (F&B), dia menghadapi berbagai banyak kerumitan misalnya, memastikan apakah stok yang ada sinkron dengan penjualan, bagaimana agar efisiens saat memasak, hingga urusan branding dan promosi.

“Karena dalam bisnis ini uang tak hanya dalam bentuk fisik saja.

Efisiensi kita saat memasak, ketersediaan stok juga termasuk uang.

Maka harus kita kontrol betul dan jangan sampai lengah,” kata Eko.

Eko mengatakan berbagai kendala tersebut justru menandakan bisnis berkembang.

Yang penting, kata dia, adalah tahan banting terhadap kendala itu.

“Terkadang kendala terbesar hadirnya dalam diri kita.

Kita yang tak mau belajar atau tak mau naik kelas untuk mencari solusi,” ujarnya.

Agar bisa berkembang, Eko mengungkapkan tiga kunci yakni inovatif, atraktif, dan adaptif.

Untuk inovasi bisa dengan inovasi produk atau inovasi model.

Kemudian atraktif harus mampu membuat orang lain terarik terhadap produk dan adaptif harus mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan market.

Lebih lanjut, strategi untuk menggaet pasar baru dengan menganalisa kebutuhan target market.

Setelah menekuni dan belajar berbagai hal, Eko sukses membawa Kebab Turki Baba Rafi menjadi salah satu UMKM yang menembus pasar global dan mampu bertahan di tengah pandemi.

Tak hanya itu, PT Sari Kreasi Boga Tbk yang menaungi Kebab Baba Rafi juga sudah IPO atau tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten RAFI.

Adapun saat ini, Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki 1.300 cabang di 10 negara dalam waktu 13 tahun.

Eko berpesan bahwa untuk bisa sukses, seseorang tidak boleh melupakan orang yang sudah berjasa pada usaha.

”Kita harus mengingat dan membalas jasa orang-orang yang sudah berinvestasi untuk kesuksesan kita,” kata Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *